Awal dari judul yang tertulis agak nyeleneh ini suatu hari sepasang kekasih yang saling mencintai dan menyayangi satu sama lain harus rela berpisah karena keterbatasan yang dimiliki lelaki yang kita sebut saja namanya Bagas.
Bagas terlahir di keluarga yang cukup enjoy, anak sulung dari 3 bersodara ini cukup pandai, baik terhadap orang lain, dan cinta nya terhadap Bela tak pernah padam..
"Assalamuallaikum", dengan langkah semangatnya pak guru pun masuk ke kelas paling pojok kami.
"Waallaikumsallam" jawab murid 20% semangat 80% masih ngantuk
pagi ini pelajaran yang cukup aku suka, Ilmu Pengetahuan Sosial. gimana aku ga suka ini pelajaran cuma dengerin ceramah doang, ngasih kita motivasi buat masa depan setelah lulus sekolah nanti. dan sesi hayalan aku yang melambung tinggi buat ngebayangin hidup bahagia sama Bela :)
"ngomong apa sih ?" celoteh Dodit teman sebangku yang engga ngerti apa yang di sampaikan pak guru.
"ga usah di dengerin dit, ambil hikmahnya aja yang penting kita kagak belajar" jawab ku sambil membayangkan bidadari cantik yang duduk di depanku.. "ah lu ngeliatin Bela mulu, kagak bosen apa ?" ..
*Bel istirahat pun berbunyi
"kantin yuk yangg ?" seru bidadari cantik tepat dihadapan ku. hanya senyuman kecil jawabku tanda minta di traktir :)
Oh iya Bela ini perempuan cantik di kelas bahkan manurutku satu sekolah dia paling cantik, tinggi sekitar 150cm dia imut karena pendeknya. satu hal lagi yang penting dia KEKASIH saya. hubungan kami cukup simple di mulai rasa ingin mengenal satu sama lain. kemudian hubungan kami menjadi spesial karna ada rasa sayang, prinsip kami Cinta itu tentang Hati, Cinta itu tentang Kasih Sayang, Cinta itu saling menjaga, Cinta itu 2 hati menjadi 1, Dan Cinta itu BUKAN Nominal.
"pulang sekolah kita ngbrol dulu yah ?" pinta ku kepada bidadari di hati ini. "iyah".
Hubungan kami bukan sebatas pacaran tapi sekaligus sahabat tempat curhat, teman untuk saling berbagi, dan kadang saya anggap dia keluarga kalo lagi mau minjem duit :D .semasa sekolah kami sangat lah bahagia teman yang membuat kita tidak merasa sendiri sahabat yang mengerti kesedihan kita dan kebahagiaan yang senantiasa kita ciptakan setiap saat..
*bel pulang pun memberikan semangat siswa yang tinggal 5% !!!
siang itu Saya dan Bela tidak langsung pulang, bercerita sejenak dan melepas kerinduan walaupun setiap saat kita bertemu rasanya tidak cukup.
"kamu makin cantik saja Bel" pujian yang jarang saya ucapkan, karena tidak perlu di ucapkan dunia pun sudah tau bahwa kamu lah manusia paling cantik .
tanpa merespon pujian yang saya berikan Bela langsung menanyakan perihal ajakan yang saya berikan "Ada apa kamu mengajak ku bicara ? tidak seperti biasanya"
"saya hanya ingin memastikan, bagaimana perasaan mu ?" berharap jawab yang terbaik dia ucapkan. "perasaan ku tidak pernah berubah, sayang ini hanya untuk Bagas, tapi kita ini hanya anak sekolahan jangan lah kamu mengharapkan lebih dari ini, hubungan itu tidak cukup hanya berbicara Cinta"
sejenak suasana hening, pujian yang ku ucapkan sepertinya tidak cukup, "perasaan saya tetap sama Bel, sebagian hati saya tetap hati mu Bel.bukan kah janji yang pernah ku katakan cukup untuk membuat mu yakin"
"iya saya tau, tapi apalah arti janji apabila belum terbukti gas" nada pembicaraan mulai meninggi. Dengan raut muka yang mulai kesal Bagas menghelai nafas "kamu benar Bel, tapi saya kecewa atas memudarnya kepercayaan mu. sebentar lagi kita lulus sekolah, saya bisa membuktikan dengan kerja keras. pinta ku hanya satu bersabarlah menemani di setiap cerita kehidupan ini, jadilah saksi demi menuliskan cerita kehidupan yang indah" mencoba menenangkan suasana. Bela pun pergi tanpa mengucapkan satu patah katapun.
apakah Bela sudah lupa Cinta itu tentang Hati, Cinta itu tentang Kasih Sayang, Cinta itu saling menjaga, Cinta itu 2 hati menjadi 1, Dan Cinta itu BUKAN Nominal.
Kejadian tersebut membuat ku bertanya-tanya pantaskah perempuan seperti itu kita tetap perjuangkan ? bidadari yang saya kenal tidak pernah mempersalahkan uang. senyum dan canda tawa sudah cukup membuktikan bahwa hubungan kita itu baik-baik saja.
Bersambung......
"ga usah di dengerin dit, ambil hikmahnya aja yang penting kita kagak belajar" jawab ku sambil membayangkan bidadari cantik yang duduk di depanku.. "ah lu ngeliatin Bela mulu, kagak bosen apa ?" ..
*Bel istirahat pun berbunyi
"kantin yuk yangg ?" seru bidadari cantik tepat dihadapan ku. hanya senyuman kecil jawabku tanda minta di traktir :)
Oh iya Bela ini perempuan cantik di kelas bahkan manurutku satu sekolah dia paling cantik, tinggi sekitar 150cm dia imut karena pendeknya. satu hal lagi yang penting dia KEKASIH saya. hubungan kami cukup simple di mulai rasa ingin mengenal satu sama lain. kemudian hubungan kami menjadi spesial karna ada rasa sayang, prinsip kami Cinta itu tentang Hati, Cinta itu tentang Kasih Sayang, Cinta itu saling menjaga, Cinta itu 2 hati menjadi 1, Dan Cinta itu BUKAN Nominal.
"pulang sekolah kita ngbrol dulu yah ?" pinta ku kepada bidadari di hati ini. "iyah".
Hubungan kami bukan sebatas pacaran tapi sekaligus sahabat tempat curhat, teman untuk saling berbagi, dan kadang saya anggap dia keluarga kalo lagi mau minjem duit :D .semasa sekolah kami sangat lah bahagia teman yang membuat kita tidak merasa sendiri sahabat yang mengerti kesedihan kita dan kebahagiaan yang senantiasa kita ciptakan setiap saat..
*bel pulang pun memberikan semangat siswa yang tinggal 5% !!!
siang itu Saya dan Bela tidak langsung pulang, bercerita sejenak dan melepas kerinduan walaupun setiap saat kita bertemu rasanya tidak cukup.
"kamu makin cantik saja Bel" pujian yang jarang saya ucapkan, karena tidak perlu di ucapkan dunia pun sudah tau bahwa kamu lah manusia paling cantik .
tanpa merespon pujian yang saya berikan Bela langsung menanyakan perihal ajakan yang saya berikan "Ada apa kamu mengajak ku bicara ? tidak seperti biasanya"
"saya hanya ingin memastikan, bagaimana perasaan mu ?" berharap jawab yang terbaik dia ucapkan. "perasaan ku tidak pernah berubah, sayang ini hanya untuk Bagas, tapi kita ini hanya anak sekolahan jangan lah kamu mengharapkan lebih dari ini, hubungan itu tidak cukup hanya berbicara Cinta"
sejenak suasana hening, pujian yang ku ucapkan sepertinya tidak cukup, "perasaan saya tetap sama Bel, sebagian hati saya tetap hati mu Bel.bukan kah janji yang pernah ku katakan cukup untuk membuat mu yakin"
"iya saya tau, tapi apalah arti janji apabila belum terbukti gas" nada pembicaraan mulai meninggi. Dengan raut muka yang mulai kesal Bagas menghelai nafas "kamu benar Bel, tapi saya kecewa atas memudarnya kepercayaan mu. sebentar lagi kita lulus sekolah, saya bisa membuktikan dengan kerja keras. pinta ku hanya satu bersabarlah menemani di setiap cerita kehidupan ini, jadilah saksi demi menuliskan cerita kehidupan yang indah" mencoba menenangkan suasana. Bela pun pergi tanpa mengucapkan satu patah katapun.
apakah Bela sudah lupa Cinta itu tentang Hati, Cinta itu tentang Kasih Sayang, Cinta itu saling menjaga, Cinta itu 2 hati menjadi 1, Dan Cinta itu BUKAN Nominal.
Kejadian tersebut membuat ku bertanya-tanya pantaskah perempuan seperti itu kita tetap perjuangkan ? bidadari yang saya kenal tidak pernah mempersalahkan uang. senyum dan canda tawa sudah cukup membuktikan bahwa hubungan kita itu baik-baik saja.
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai dengan topik, gunakan lah bahasa indonesia yang baik dan baku